ShoutMix chat widget
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified
Russian Portuguese English French
German Spain Italian Dutch

Sms yuk

Tampilkan postingan dengan label LIGA PRIMER INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIGA PRIMER INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011




Demi Pulih Dari Cedera, Andik Vermansyah Terapi Alternatif
01-08-2011 02:21
Segala cara dilakukan Andik Vermansyah untuk bisa pulih dari cedera engkel yang menghalanginya bergabung dengan seleksi Timnas U-23. Bahkan, demi meraih keinginannya itu, gelandang serang Persebaya 1927 ini rela melakukan pengobatan alternatif di Lamongan, Jawa Timur.Seperti dikutip dari situs resmi Liga Primer Indonesia, Andik mengalami cedera engkel kala memperkuat timnya melawan Bali Devata, di ajang Battle of Fantastic Four. "Kaki saya tabrakan sama stopper yang nomor dua itu (Ketut Mahendra, red). Waktu itu kaki saya mau nendang, terus kena ganjal," kata Andik.
"Sudah dua kali ini saya pijat di sini. Dikasih tahu keluarga," imbuh pemain kelahiran Jember, 23 November 1991 ini.
Lebih lanjut, Andik merasa bersyukur bahwa cederanya tidak terlalu parah. Menurut hasil foto rontgen, tidak ada tulangnya yang retak.
Pemain yang musim ini namanya moncer sebagai bintang muda Bajul Ijo tersebut mengaku menyesal tidak bisa ikut seleksi ke Batu. Dia berharap tim pelatih Timnas U-23 masih memberinya kesempatan mengikuti seleksi berikutnya. Untuk sementara ini Andik hanya berpikir menyembuhkan cederanya secepat mungkin. (lpi/den)

Solo FC Siap Diverifikasi PSSI

Solo FC Siap Diverifikasi PSSI
04-08-2011 23:21
Solo FC
Solo FC
- Solo FC yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) siap untuk diverifikasi oleh PSSI guna mendapatkan lisensi klub profesional.Menurut Direktur Operasional Solo FC Abraham EW. Turangan, timnya hampir memenuhi lima syarat utama yang telah diajukan oleh PSSI, yakni legalitas, finansial, SDM, infrastruktur dan juga pembinaan usia dini.
"Salah satu aspek legal, untuk Solo FC telah berbadan hukum yang berdiri PT Indo Mandiri Profesional, dan dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM," ujar Abraham.
"Padahal, klub lain yang mengaku berbadan hukum, tetapi mereka justru hanya memegang akta notaris," tambahnya.
Menyinggung aspek keuangan bagi Solo FC, kata dia, timnya tidak ada masalah soal finansial, karena sekitar 40 hingga 60 persen pemasukan dari pendapatan hasil tiket masuk setiap bertanding sebagai tuan rumah.
"Solo FC termasuk dalam tiga besar bersama Manado United dan Persebaya 1927 di LPI, yang berhasil mendapatkan pemasukan terbaik dari hasil penjualan tiket masuk pada putaran pertama," jelasnya
Selain itu, kata dia, soal aspek infrastruktur seperti stadion atau lapangan yang tersedia untuk berlaga sebagai tuan rumah, tidak meragukan lagi dengan Stadion Manahan.
"Kalau mengenai soal administrasi, manajemennya sudah berjalan baik, termasuk kesekretariatan tim dinilai akan sudah sesuai aspek ketentuan," tambah Abraham.
Menurut dia, dari kelima aspek yang ditentukan oleh PSSI tersebut, Solo FC ada sedikit yang masih dalam perencanaan yakni soal dukungan dengan pembinaan pemain muda.
"Solo FC tidak lama lagi akan memiliki pemain kelompok U-21. Hal itu, sudah dalam perencanaan tim ini," katanya. (ant/end)

Perusahaan Asing Bakal Ambil Alih Bali Devata
16-08-2011 21:41

- Meski dicap sebagai kompetisi kelas dua, ternyata tim-tim Liga Primer Indonesia diminati oleh investor. Setelah Persema Malang menggaet investor, kini giliran Bali Devata yang segera dipinang perusahaan Internasional.Menurut CEO Bali Devata, Roso Daras, ada beberapa perusahaan dari luar negeri yang berminat untuk memiliki tim berjuluk "Laskar Naga Banda" tersebut.
"Namun, saat ini, yang paling serius adalah sebuah perusahaan minyak dari Australia. Saat ini, kami sedang melakukan penjajakan lebih lanjut terkait minat mereka ini," ungkap Roso pada Bola.net.
"Selain itu, sekarang kami sedang menyiapkan kelengkapan administrasi sesuai dengan standar mereka," imbuh pria yang juga menjadi manajer Timnas U-23 ini.
Apabila proses ini mencapai kata sepakat, hampir bisa dipastikan Bali Devata merupakan tim pertama dari kompetisi LPI yang telah benar-benar mandiri.
"Namun, kami juga harus meminta pertimbangan dari konsorsium sebelum mengambil keputusan-keputusan ke depannya," ujar Roso.
Sementara itu, terkait proses merger, sebagai syarat mengikuti kompetisi musim depan, Roso mengaku siap. Dia menyatakan bahwa Bali Devata sudah hampir menemui kata sepakat dengan salah satu tim di Bali.
"Pekan ini saya akan mengadakan pertemuan dengan manajemen klub tersebut. Semoga semua berjalan lancar," tandasnya. (den/end)

Nasib Tujuh Pemain Persebaya 1927 Tak Jelas
16-08-2011 21:55
Persebaya 1927
Persebaya 1927
- Munculnya kabar yang menyebutkan bahwa tuju pemain Persebaya 1927 bakal dilepas oleh manajemen klub, membuat para pemain bimbang.Tujuh pemain yang masa kontraknya segera berakhir masing-masing Mat Halil, Endra Prasetya, Erol FX Iba, Johan Ibo, Niko Susanto, Jusmadi, dan Khusnul Yuli.
Salah seorang yang disebut-sebut bakal didepak mempertanyakan kejelasan nasibnya kepada manajemen klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.
"Sampai sekarang kami belum tahu bagaimana kelanjutan masa depan kami di Persebaya setelah kontrak berakhir," kata Mat Halil, pemain yang membela Persebaya sejak junior itu.
Para pemain tersebut cukup khawatir tidak lagi diperpanjang kontraknya. Apalagi, usia para pemain tersebut rata-rata sudah di atas 30 tahun, sementara pemain-pemain muda Persebaya justru mendapatkan kontrak jangka panjang berdurasi dua hingga tiga tahun.
Selain itu, para pemain juga menanyakan gaji bulan Juli yang hingga kini belum dibayar oleh manajemen Persebaya.
Sementara itu, menurut Sekretaris PT. Pengelola Persebaya, Darwis Dunda, nasib pemain yang kontraknya berakhir akan dibicarakan lagi dengan jajaran manajemen dan pelatih.
"Kalau memang pelatih masih membutuhkan tenaga pemain untuk kompetisi mendatang, sudah pasti akan ada kontrak baru," katanya.
Di lain pihak, Direktur PT. Persebaya Indonesia, Cholid Goromah juga menegaskan bahwa kelanjutan masa depan pemain setelah nantinya dilakukan merger, masih akan dibicarakan lagi.
Kapten Tim Persebaya 1927, Erol Iba, mengatakan, penjelasan dari pihak manajemen sudah cukup gamblang, tetapi kelanjutan masa depan pemain belum ada kepastian.
"Kami ingin secepatnya ada kejelasan soal status di Persebaya, apakah kontrak kami diperpanjang lagi atau tidak," ujarnya. (ant/end)