ShoutMix chat widget
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified
Russian Portuguese English French
German Spain Italian Dutch

Sms yuk

Kamis, 25 Agustus 2011

Kerinci, Sekepal Tanah Surga di Bumi

Kerinci, Sekepal Tanah Surga di Bumi
 OBYEK wisata Taman Nasional Kerinci Sebelat sekitar 80 persen wilayahnya berada di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Kerinci. Kondisi taman nasional ini masih asli sehingga sangat potensial jika dipilih sebagai daerah tujuan ekowisata.
Di sini ada Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Rawa Ladeh Panjang, Danau Belibis, Danau Sakti, Pancaro Raya, Air Terjun Telun Bersap, Rawa Bento, Gunung Raya, Danau Kerinci, Danau Lingkat, Air Panas Semurup, dan Hutan Lindung Bukit Tapan.
Selain ekowisata, Kerinci sangat potensial dengan agrowisata, seperti perkebunan teh Kayu Aro, perkebunan kayu manis (Cassiavera), ladang sayuran Kersik Tuo dan Pelompek, Aroma Pecco, serta Taman Bunga Asri Murni.

Obyek tujuan agrowisata dan ekowisata di Kabupaten Kerinci berada pada satu kawasan, berdekatan, dan jaraknya cukup pendek sehingga mudah dikunjungi. Adalah tepat ungkapan untuk Kabupaten Kerinci, "Sekepal tanah surga yang tercampak ke Bumi".

Untuk menikmati keindahan obyek ekowisata dan agrowisata di Kerinci, fasilitas hotel dan home stay, sarana transportasi tersedia cukup. Di Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, yang dekat dengan berbagai pusat ekowisata dan agrowisata, tersedia sedikitnya lima home stay.

Di Kayu Aro juga tersedia wisma yang cukup baik milik PT Perkebunan Nusantara VI, yang bisa disewa dan dapat menampung rombongan dalam jumlah agak besar. Adapun di Sungaipenuh tersedia sedikitnya delapan hotel dengan sekitar 300 kamar.

Kepala Balai Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) Listya Kusumawardhani dalam kata pengantar buku Informasi Wisata Alam di TNKS yang diterbitkan Balai TNKS tahun 2002 menulis, peningkatan peranan TNKS sebagai lokasi wisata tidak bisa ditunda lagi.

Kegiatan wisata tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat setempat serta pemerintah kabupaten, tetapi juga dapat menimbulkan kebanggaan akan nilai dan fungsi kawasan sebagai sumber keragaman hayati, pencegah erosi dan bencana banjir, serta penyeimbang iklim.

Fungsi TNKS sebagai obyek wisata memang masih belum dikenal. Selama ini wisatawan ke TNKS masih terpusat pada kunjungan mendaki Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. "Tahun lalu tercatat 3.700 wisatawan Nusantara dan 137 wisatawan mancanegara yang mengunjungi berbagai obyek wisata di TNKS. Setiap minggu ada sekitar 300 pengunjung mendaki ke Danau Gunung Tujuh," kata Seno, Kepala Pusat Data dan Informasi TNKS.

TNKS adalah surga terakhir keragaman hayati Sumatera.

Kawasan ini berada pada ketinggian 200 sampai 3.805 meter dari permukaan laut, meliputi empat provinsi, yaitu Jambi, Sumatera Barat, Sumsel, dan Bengkulu. Kawasan ini terletak dalam sembilan kabupaten, yaitu Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo di Provinsi Jambi. Juga Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, dan Sawahlunto Sijunjang (Sumbar), Kabupaten Bengkulu Utara dan Rejang Lebong (Bengkulu), serta Kabupaten Musi Rawas (Sumsel).

SATU obyek wisata alam di Kabupaten Kerinci yang sangat menarik dan banyak mendapat perhatian pengunjung adalah Kawasan Gunung Tujuh dan Danau Gunung Tujuh, danau tertinggi di Asia Tenggara (1.950 meter di atas permukaan laut).

Danau ini terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, 50 km utara Kota Sungaipenuh atau 470 km sebelah barat kota Jambi, dan sekitar 140 km sebelah timur kota Padang melalui Muaralabuh.

Danau Gunung Tujuh dengan luas 12 km persegi adalah danau yang berasal dari kepundan gunung yang meletus pada masa silam dan kemudian terisi air hujan. Danau ini dikelilingi tujuh gunung, yakni Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m).

Danau Gunung Tujuh
Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh tersedia dua jalur pilihan, berupa jalan setapak. Pertama, jalan setapak yang membentang dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh hingga tepi danau sejauh tiga kilometer, dengan kondisi medan cukup ringan dan waktu tempuh 2,5 jam. Kedua, jalur setapak dari belakang Wisma Tamu Gunung Tujuh hingga tepi danau membentang sepanjang 2,5 km, kondisinya curam dan agar berat dengan waktu tempuh tiga jam.

Kawasan Gunung Tujuh adalah primadonanya TNKS. Di kawasan itu terdapat Air Terjun Gunung Tujuh, yaitu air terjun yang airnya bersumber dari Danau Gunung Tujuh.

Danau ini merupakan satu dari sejumlah hulu Sungai Batanghari yang mengalir melalui Kecamatan Sangir di Kabupaten Solok, kemudian masuk Sungai Batanghari di Kabupaten Sawahlunto Sijunjang, Sumbar.

SEJUMLAH obyek wisata alam yang menarik terdapat di Kecamatan Kayu Aro, sekitar 40 km di utara ibu kota Kabupaten Kerinci, Sungaipenuh, sehingga memudahkan bagi wisatawan untuk mengunjunginya karena jaraknya relatif dekat.

Selain Danau Gunung Tujuh dan Gunung Kerinci, obyek wisata alam lain yang berada di sekitar atau kecamatan ini adalah Danau Belibis, Rawa Ladeh Panjang, Rawa Bento, Air Terjun Telun Berasap, dan Perkebunan Teh Kayu Aro.

Gunung Kerinci (3.805 meter), gunung yang telah dikenal masyarakat Indonesia sejak masih duduk di sekolah dasar, merupakan gunung api tertinggi di Indonesia. Kawahnya berukuran 600 x 100 meter dengan daerah lava aktif yang berwarna hijau kekuning-kuningan seluas 120 x 100 meter. "Panorama alam di puncak Gunung Kerinci sangat menakjubkan, indah, dan menarik," kata Amir Syam, staf Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Obyek lainnya, Rawa Ladeh Panjang, yang terletak di bagian barat lembah Gunung Kerinci berada pada ketinggian 1.950 meter dpl, merupakan rawa tertinggi di Asia Tenggara. Luas rawa ini sekitar 150 hektar, yang seluruhnya merupakan rawa gambut yang ditumbuhi berbagai jenis kayu dan dihuni ikan-ikan kecil dengan rumput alang-alang dan padi-padian.

Kawasan Kecamatan Gunung Kerinci yang indah dan subur ini merupakan daerah pertanian dan perkebunan. Di kecamatan ini terdapat Perkebunan Teh Kayu Aro milik PT Perkebunan Nusantara VI, perkebunan kopi dan kulit kayu manis.

Perkebunan Teh Kayu Aro seluas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.400-1.600 meter dpl. Perkebunan teh ini adalah perkebunan tertua di Indonesia, dibuka antara tahun 1925 dan tahun 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA).

Teh di tempat ini mulai ditanam 1929 dengan varietas spesifik, ditanam asli dari biji teh. Empat tahun kemudian, 1932, perusahaan Belanda itu membangun pabrik teh di Bedeng VIII Kayu Aro dengan kapasitas produksi 90 ton pucuk teh per hari, dan kapasitas terpasang 100 ton. Pabrik Teh Kayu Aro hingga kini merupakan pabrik teh terbesar di dunia yang masih aktif dan merupakan pabrik teh tertua di Indonesia.

Teh produksi Perkebunan Teh Kayu Aro hingga kini merupakan teh hitam terbaik di dunia.

0 komentar:

Poskan Komentar